Tidak
ada bidadari disebut-sebut dalam Al-Qur’an, yang ada itu adalah kata
‘huur’, dalam bahasa Indonesia kata ‘huur’ tersebut lalu diterjemahkan
dengan ‘bidadari’. Ustadz Quraish Shihab dalam bukunya Tafsir al-Mishbah
menyatakan bahwa istilah ‘huur’ tersebut merupakan bentuk kata yang
bebas kelamin, artinya bisa diartikan sebagi perempuan dan bisa juga
laki-laki. Kesan yang dimunculkan oleh kata ‘huur’ tersebut adalah
terkait dengan : keindahan, kesetiaan, pengabdian, pasangan yang serasi,
dll. Karena keberadaan ‘huur’ tersebut merupakan sesuatu bentuk ghaib
yang belum bisa kita temukan padanannya dalam kehidupan dunia, maka
pikiran kita tentu saja boleh secara bebas menafsirkan bagaimana
sosoknya, sepanjang tidak terlepas dari sifat-sifat dan ciri yang
melekat kepada kata tersebut, dan ini bukan hanya terbatas kepada bentuk
wanita yang cantik sebagaimana pemahaman kita tentang bidadari.
Ketika
seseorang hanya menafsirkan kata ‘huur’ sebagai ‘bidadari’, sama saja
ibaratnya kita menerjemahkan kata ‘makanan’ dengan ‘nasi’, nasi tentu
saja termasuk makanan, namun makanan tidak hanya berupa nasi saja.
Ketika Allah berbicara soal ‘huur’ yang dijadikan pasangan bagi para
penghuni surga, maka Dia sebenarnya lagi membicarakan soal ‘lingkungan
sosial’, tempat manusia ahli surga berinteraksi, karena kodratnya
manusia memang tidak bisa hidup sendiri, butuh berkomunikasi dan
berinteraksi dengan manusia lain. ‘Huur’ adalah sosok yang diciptakan
sesuai keinginan dan hasrat si penghuni, tergantung kecenderungannya.
Kalau anda punya hasrat dan kesukaan sebagai pemain sepakbola layaknya
Lionel Messi, maka ‘huur’ anda kelak di surga adalah Cesc Fabregas atau
pelatih Guardiola, pasangan yang serasi sesuai keinginan anda untuk
menjadi pemain bola handal di surga, ketika anda terobsesi menjadi
vokalis band seperti Mick Jagger, maka ‘huur’ anda adalah gitaris Keith
Richard, Ron Wood dan drummer Charlie Watts. Tentu saja kalau anda punya
naluri sebagai playboy kelas kakap, maka ‘huur’ anda tidak jauh-jauh
dari serombongan Miss Universe yang cantik-cantik. Bagi wanita penghuni
surga, silahkan tanya apa yang menjadi obsesi anda terhadap lingkungan
sosial anda, ingin punya ‘teman ngerumpi’ yang lucu atau ahli kecantikan
yang handal, itulah arti ‘huur’ buat anda.
‘Huur’ anda di surga juga bisa berperan sebagai tetangga yang ramah
dan suka menolong, atau pak RT/RW yang ringan tangan membantu warga,
polisi yang ramah mengatur lalu-lintas, juga presiden/raja yang adil,
bahkan pelayan atau pembantu rumah-tangga yang rajin dan jujur, semua
‘huur’ anda tersebut bersikap menyenangkan dan membahagiakan anda, tidak
pernah menyakiti dan khianat, karena memang diciptakan untuk itu.
Sekali lagi, karena kita sedang membicarakan sesuatu yang ghaib dan
tidak ada padanannya di dunia ini, anda tidak usah protes dengan
penafsiran saya ini, yang jelas kita memiliki satu pandangan yang sama,
bahwa ‘huur’ yang diciptakan Allah di surga tersebut adalah sesuatu yang
menyenangkan kita, itu saja…


Tidak ada komentar:
Posting Komentar