Re Zubairi AB
Akhir-akhir ini, ramai kembali dibahas materi Pancasila, dari seberapa urgennya untuk dimasukkan kurikulum sampai telaah kembali konten Pancasila tersebut, serta kaitannya dengan konsep suatu Negara (Negara Islam, sekuler, ateis, atau apalah kita menyebutnya)
Bagi saya bukan persoalan apakah Indonesia ini adalah negara agama, negara sekular, atau bahkan negara ateis sekalipun. terlalu membuang-buang energi memperdebatkan masalah konsep sebuah negara, padahal substansi negara adalah mampu mengayomi rakyat sehingga mencapai taraf kehidupan yang sejahtera. itu hanya bisa dilakukan kalau kita sebagai manusia sadar akan peran dan fungsinya diatas bumi ini. saya yakin apapun agama dan aliran kepercayaan yang dianut, pasti sama ingin mencapai kehidupan yang penuh kedamaian dan kebahagiaan, entah di dunia (saja) atau di akhirat (bagi yang meyakini keberadaannya)....
Kesejahteraan rakyat jauh lebih penting untuk dicarikan solusinya hingga bisa keluar dari kelaparan, kemiskinan, kesengraan dan penderitaan. Sampai saat ini, masih belum terasa bagi masyarakat miskin mana agama yang selalu mengajarkan tentang kasih-sayang (rahmah), selalu mengembar-ngemborkan cinta-kasih, kesejatian hidup, kebahagiaan hakiki, dan nirwana. Semua masih di langit tak berujung.....
Bagaimana kita menyikapinya…?
Akhir-akhir ini, ramai kembali dibahas materi Pancasila, dari seberapa urgennya untuk dimasukkan kurikulum sampai telaah kembali konten Pancasila tersebut, serta kaitannya dengan konsep suatu Negara (Negara Islam, sekuler, ateis, atau apalah kita menyebutnya)
Bagi saya bukan persoalan apakah Indonesia ini adalah negara agama, negara sekular, atau bahkan negara ateis sekalipun. terlalu membuang-buang energi memperdebatkan masalah konsep sebuah negara, padahal substansi negara adalah mampu mengayomi rakyat sehingga mencapai taraf kehidupan yang sejahtera. itu hanya bisa dilakukan kalau kita sebagai manusia sadar akan peran dan fungsinya diatas bumi ini. saya yakin apapun agama dan aliran kepercayaan yang dianut, pasti sama ingin mencapai kehidupan yang penuh kedamaian dan kebahagiaan, entah di dunia (saja) atau di akhirat (bagi yang meyakini keberadaannya)....
Kesejahteraan rakyat jauh lebih penting untuk dicarikan solusinya hingga bisa keluar dari kelaparan, kemiskinan, kesengraan dan penderitaan. Sampai saat ini, masih belum terasa bagi masyarakat miskin mana agama yang selalu mengajarkan tentang kasih-sayang (rahmah), selalu mengembar-ngemborkan cinta-kasih, kesejatian hidup, kebahagiaan hakiki, dan nirwana. Semua masih di langit tak berujung.....
Bagaimana kita menyikapinya…?


Tidak ada komentar:
Posting Komentar